Webinar “Huntara dan Huntap untuk Pemulihan Pasca Senyar” Dorong Penguatan Kapasitas Lokal dan Pendekatan Berbasis Komunitas

Banda Aceh, 26 Desember 2025 — Menandai transisi penanganan bencana Senyar di Aceh dari tahap darurat menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, Satgas USK Respon Senyar Gugus Tugas Desain dan Tata Ruang (DeTaRu) bersama Departemen Arsitektur dan Perencanaan menyelenggarakan webinar bertema “Huntara dan Huntap untuk Pemulihan Pasca Senyar: Berbagi Pengalaman dan Rencana Kerja untuk Penguatan Kapasitas Lokal di Aceh” pada Jumat, 26 Desember 2025.

Webinar ini bertujuan menjaring masukan, memperluas ruang partisipasi, serta menegaskan kehadiran Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai fasilitator kolaborasi bidang desain dan simpul penguatan kapasitas lokal dalam penanganan hunian pascabencana. Kegiatan ini diikuti lebih dari 150 peserta dari dalam dan luar Aceh.

Diskusi menghadirkan narasumber lintas institusi, baik lokal maupun nasional, yaitu Agus Salim (Kabid Perumahan Dinas Perkim Aceh), Marco Kusumawijaya (Rujak Centre for Urban Studies), Yuli Kusworo (ARKOM), Sayyid Husein (IAI Aceh), Ashar Saputra (Tim Tangguh UGM), dan Laina Hilma Sari (Kepala Departemen Arsitektur dan Perencanaan USK/Anggota Satgas Senyar USK bidang Desain dan Tata Ruang). Webinar dimoderatori oleh Cut Dewi (Departemen Arsitektur dan Perencanaan).

Sejumlah catatan penting mengemuka dalam forum. Dinas Perkim menyampaikan data awal tentang jumlah pengungsi dan rumah rusak, namun ditegaskan masih bersifat sementara dan membutuhkan verifikasi lapangan; sekaligus terdapat apresiasi atas usulan desain dari USK serta peluang pelibatan USK dalam penentuan desain huntara/huntap. Para narasumber juga merekomendasikan penggunaan material lokal untuk memperkuat keberlanjutan dan rantai pasok, serta menilai sistem konstruksi tertentu (misalnya baja dan modular, termasuk kayu) dapat mempercepat pembangunan huntara dengan tetap mempertimbangkan kondisi lokasi yang beragam. Selain itu, ditekankan bahwa pilihan antara huntara dan huntap perlu menyesuaikan kondisi dan preferensi penyintas, sehingga aspek partisipatif sejak awal menjadi krusial.

Belajar dari pengalaman tsunami, diskusi menyoroti bahwa huntara komunal berpotensi memunculkan lebih banyak persoalan dibanding huntara tunggal, sehingga keputusan relokasi perlu dianalisis secara cermat—termasuk mempertimbangkan keinginan penyintas untuk kembali ke tanah asalnya, kedekatan habitat (meski tidak harus sama persis), dan aspek ekonomi. Karena itu, pendekatan community-based direkomendasikan kuat, dengan masyarakat ditempatkan sebagai mitra/subjek pembangunan untuk menghindari konflik serta mendorong keberlanjutan, terlebih setiap wilayah terdampak memiliki latar budaya/adat yang kuat.

Forum juga menegaskan bahwa pemulihan hunian tidak dapat berdiri sendiri. Diperlukan investigasi lintas keilmuan untuk memahami penyebab banjir bandang, dan pemulihan yang berkelanjutan mensyaratkan pemulihan habitat/ekosistem. Untuk itu, identifikasi dan integrasi pengetahuan lokal perlu dilakukan sejak awal, termasuk pengumpulan pengetahuan mengenai sumber daya eksisting yang masih dapat dimanfaatkan masyarakat (misalnya air bersih, akses, pangan, dan lahan). Di sisi koordinasi, berbagai usulan desain huntara/huntap dari perguruan tinggi baik untuk advokasi kebijakan maupun rencana pembangunan langsung di lokasi terdampak perlu diselaraskan dengan BNPB dan para pihak yang bertanggung jawab dalam penyediaan huntara.

Dari aspek data, diskusi menekankan pentingnya pendataan riil di lapangan karena masih ada wilayah yang terkendala akses dan komunikasi. Data BNPB/BPBD setempat dinyatakan bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai kondisi riil, sehingga verifikasi perlu segera dilakukan melalui koordinasi yang efektif, termasuk dengan melibatkan universitas di lokasi terdampak.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK.
Call Center: 0851-2229-6004 (Pus).

Similar Posts