|

USK Resmikan Penandatanganan Prasasti Pembangunan Mushalla Multipurpose di Pidie Jaya serta Membuka Ramadhan Ceria dan Menghidupkan Rumah Produksi BUMG

Pidie Jaya, 28 Februari 2026 — Universitas Syiah Kuala (USK) meresmikan penandatanganan prasasti yang menandai dimulainya pembangunan Mushalla Multipurpose USK di Desa Dayah Usen, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Sabtu (28/2/2026). Kegiatan ini sekaligus membuka rangkaian program “Ramadhan Ceria Bersama Penyintas” yang berlangsung hingga 6 Maret 2026, menyasar anak-anak, ibu-ibu, dan bapak-bapak di wilayah terdampak banjir.

Prof. Ir. Marwan, Rektor USK

Acara dibuka dan diresmikan oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., Direktur Rumah Amal USK Tedy Kurniawan Bakri, M. Farm. Apt., Ketua Satgas Respons Senyar USK Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., Sekretaris Daerah (Sekda) Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH, serta sejumlah sivitas akademika USK.

Masyarakat Desa Dayah Usen yang turut hadir dalam rangkaian kegiatan

Dalam sambutannya, Rektor menegaskan komitmen USK sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik dan riset, namun juga menguatkan nilai kemanusiaan serta solidaritas sosial, terutama bagi masyarakat terdampak bencana. Melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK dan program solidaritas, USK menyalurkan dukungan untuk berbagai kebutuhan pemulihan, antara lain bantuan logistik, penyediaan filter air dan sumur bor, pembersihan desa dan masjid, pemanfaatan solar panel, dapur umum, program Peduli Sigra Mahasiswa, serta dukungan tim medis.

Pembangunan Meunasah USK di Desa Dayah Usen dihadirkan sebagai respons atas kebutuhan warga setelah wilayah tersebut mengalami banjir berulang. Bangunan ini dirancang sebagai meunasah/mushala multipurpose yang diharapkan berfungsi sebagai pusat ibadah, pembinaan spiritual, sekaligus ruang penguatan karakter dan kebersamaan masyarakat.

Rektor USK, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan, Direktur Rumah Amal USK, Ketua Satgas Respons Senyar USK sedang melakukan diskusi pembangunan Meunasah dengan masyarakat Desa Dayah Usen

Secara teknis, konstruksi meunasah direncanakan menggunakan rangka besi hollow yang diperkuat beton, didesain oleh Dr. Zulhadi Saputra bersama Ir. Huzaim, M.T dan Dr. Sylvia Agustina, S.T., MUP. Material utama dirangkai di Banda Aceh, sementara meunasah awal tetap dipertahankan sebagai bagian dari nilai historis dan kedekatan warga. Bangunan direncanakan dua lantai, dengan lantai 1 dan lantai 2 difungsikan untuk musala, serta ditargetkan rampung sekitar dua bulan.

Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH

Sekda Pidie Jaya Dr. Munawar Ibrahim, S.Kp., MPH menyampaikan apresiasi atas inisiatif USK dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat setempat. “Pembangunan Meunasah ini bukan hanya simbol kebangkitan spiritual, tapi juga momentum sinergi pemerintah daerah dengan perguruan tinggi untuk memulihkan kesejahteraan masyarakat Pidie Jaya pasca-banjir. Kami siap dukung penuh agar program Ramadhan Ceria ini berdampak berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, tim USK juga menyerahkan dukungan peralatan untuk penguatan ekonomi warga, termasuk perangkat pendukung produksi pangan, seperti mesin pengolah kedelai dan tempe, lemari penyimpanan, kompor industri, serta bahan baku. Dukungan ini diarahkan untuk membantu warga membangun kemandirian ekonomi pascabanjir melalui kegiatan produktif berbasis komunitas.

Tim USK menyerahkan dukungan peralatan untuk penguatan ekonomi warga sebagai pendukung produksi pangan serta bahan baku

Selain itu, USK mendorong pengaktifan rumah produksi yang berada di perkarangan Meunasah USK di Desa Dayah Usen. Rumah produksi ini dipersiapkan sebagai cikal bakal unit usaha yang akan diarahkan menjadi BUMG, dengan Dr. Hetti Zuliani, S.Pd., M.Pd sebagai penggerak di tingkat warga. Produk awal yang akan dikembangkan adalah keripik tempe dan brownies, sebagai langkah awal untuk menciptakan sumber penghasilan baru dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Dukungan USK difokuskan pada penguatan kapasitas dan pendampingan agar kegiatan produksi dapat berjalan berkelanjutan.

Batu Pembangunan Meunasah Universitas Syiah Kuala di Pidie Jaya

Menutup rangkaian peresmian, Rektor USK menyampaikan terima kasih kepada para donatur, relawan, panitia, dan masyarakat yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan. “Semoga ini menjadi amal jariyah yang berkelanjutan, memperkuat sinergi pendidikan, pengabdian, dan nilai keislaman,” tuturnya.

Program “Ramadhan Ceria Bersama Penyintas” selama sepekan ke depan diharapkan menjadi ruang kebersamaan sekaligus dukungan nyata bagi penyintas bencana, menghadirkan kegiatan yang menguatkan spiritual, sosial, dan pemulihan kehidupan warga.

Selain menjadi momentum dimulainya pembangunan meunasah yang dibutuhkan warga pascabanjir berulang, USK juga mengajak masyarakat luas untuk ikut bergotong royong. Bagi publik yang ingin berdonasi mendukung pembangunan Meunasah Multipurpose ini, kontribusi masih terbuka dan dapat disalurkan melalui Rekening Rumah Amal USK (BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK). Setiap dukungan akan dimanfaatkan untuk mempercepat penyediaan ruang ibadah dan pusat pembinaan masyarakat yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Pus).

Similar Posts