Tim R3P USK Bahas Peningkatan Fasilitas Kesehatan Aceh Bersama Dinas Kesehatan dan Bappeda Aceh

Pemaparan materi terkait Strategi Penguatan Sistem Kesehatan Resilient Pascabencana oleh tim USK sebagai bagian dari upaya penguatan layanan dan infrastruktur kesehatan di Aceh.

Banda Aceh, 22 Januari 2026 – Tim Universitas Syiah Kuala (USK) yang dipimpin oleh Ketua Satgas USK Prof. Syamsidik, serta turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Kedokteran USK Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT, melaksanakan diskusi dan koordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh dalam rangka membahas strategi peningkatan dan penguatan fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh. Kegiatan ini difasilitasi oleh Tim R3P Provinsi Aceh.

Diskusi ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif lintas sektor untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di Aceh, khususnya dalam aspek pengembangan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan, perencanaan infrastruktur pendukung, serta penguatan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk dampak bencana.

Dalam pertemuan tersebut, Prof. Syamsidik menekankan pentingnya peran akademisi dalam mendukung perencanaan pembangunan sektor kesehatan yang berbasis kajian ilmiah dan data lapangan. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam merumuskan solusi yang tepat sasaran dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas fasilitas dan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Suasana diskusi teknis antara Tim Universitas Syiah Kuala (USK), Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, dan Bappeda Aceh dalam membahas peningkatan fasilitas kesehatan di Provinsi Aceh, yang difasilitasi oleh Tim R3P Provinsi Aceh.

Kehadiran Dekan Fakultas Kedokteran USK memperkuat pembahasan dari sisi keilmuan dan praktik layanan kesehatan. Dr. dr. Safrizal Rahman, M.Kes., Sp.OT turut memberikan pandangan strategis terkait peningkatan mutu fasilitas kesehatan, kesiapan sumber daya manusia kesehatan, serta integrasi antara pengembangan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan medis.

Tim USK turut memaparkan hasil kajian dan analisis terkait kondisi eksisting fasilitas kesehatan di Aceh, mencakup rumah sakit, puskesmas, serta fasilitas kesehatan lainnya. Pembahasan meliputi kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana, pemerataan layanan kesehatan antarwilayah, serta integrasi perencanaan pembangunan kesehatan dengan kebijakan daerah.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Bappeda Aceh menyampaikan arah kebijakan serta rencana pembangunan sektor kesehatan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi dalam pemenuhan standar layanan dan optimalisasi sumber daya. Tim R3P Provinsi Aceh berperan sebagai fasilitator dalam menyelaraskan diskusi agar sejalan dengan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang tengah dan akan dilaksanakan.

Melalui diskusi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara akademisi, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait dalam merumuskan rekomendasi kebijakan dan rencana aksi yang konkret, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas fasilitas kesehatan di Aceh demi terwujudnya layanan kesehatan yang aman, tangguh, dan merata.

Tim USK memimpin diskusi bersama perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Aceh dan Bappeda Aceh guna merumuskan rekomendasi strategis peningkatan fasilitas kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Pus).

Similar Posts