PKM Sahabat Senyar USK Laksanakan Pelatihan Kebencanaan dan Psikososial untuk Guru Secara Paralel di Pidie Jaya dan Bireuen

Kegiatan pelatihan guru di Kab. Pidie Jaya yang dibuka oleh Ketua PKM Sahabat Senyar, Dr.Rina Suryani Oktari.

Pidie Jaya–Bireuen, 25 Desember 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Program Sahabat Senyar melaksanakan kegiatan penguatan kapasitas guru secara paralel di dua kabupaten, yakni Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai respons atas dampak Siklon Tropis Senyar di Provinsi Aceh.

Di Kabupaten Pidie Jaya, kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Meureudu dan diikuti oleh 84 orang guru dari berbagai satuan pendidikan. Sementara itu, kegiatan di Kabupaten Bireuen dipusatkan di Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen dengan jumlah peserta hampir mencapai 100 orang guru. Pelaksanaan kegiatan secara paralel ini bertujuan memperluas jangkauan dampak program serta memastikan penguatan kapasitas pendidik dapat dilakukan secara simultan di wilayah terdampak.

Pembukaan Kegiatan Pelatihan Guru di kab. Bireuen

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pelatihan yang berlangsung hingga sore hari. Di Kabupaten Bireuen, acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan salawat oleh Muharo Sunanda, dilanjutkan dengan sambutan dari Tim Program Sahabat Senyar USK yang disampaikan oleh Dr. Marty Mawarpury, M.Psi., Psikolog, serta sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, Dr. Muslim, M.Si. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama.

Pelatihan di Kabupaten Bireuen dilaksanakan secara paralel di empat ruang kelas dengan materi Kesiapsiagaan Bencana, Psychological First Aid (PFA) dalam setting bencana, Komunikasi Suportif, Manajemen Stres, dan Stabilisasi Emosi. Narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Ismiatul Ramadhian Nur, S.T.,M.Si dan M. Arifin, S.Kom., M.Si. (Kesiapsiagaan Bencana); Dr. Kartika Sari, M.Psi., Psikolog (PFA dan Komunikasi Suportif); Zaujatul Amna, S.Psi., M.Sc. (Manajemen Stres dan Stabilisasi Emosi); Novita Sari, M.Psi., Psikolog; Afriani, S.Psi., M.Sc. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kapasitas guru dalam mendampingi anak pascabencana sekaligus membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

Sementara itu, di Kabupaten Pidie Jaya, pelatihan juga dilaksanakan secara paralel di empat ruang kelas dengan materi yang sama. Narasumber yang terlibat antara lain Zafwiyanur Safitri, S.Ag., M.Si.; Nurul Rahmah Desilia, S.Pd., M.Si.; Dr. Ahmad Nubli Gadeng, S.P., M.Pd.; Rezky F. Hasbi, M.Psi., Psikolog; Wenny Aidina, M.Psi., Psikolog; Hetti Zuliani, M.Pd., Ph.D.; serta Fitri Auliani, S.Psi., M.A. Seluruh sesi berlangsung dari pagi hingga sore hari.

Penyerahan alat tulis dan logistik lainnya oleh Dr. Rina Suryani Oktari.

Ketua Program PKM Sahabat Senyar, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan bahwa antusiasme para guru menjadi indikator pentingnya pelatihan ini dilaksanakan, terutama dalam kondisi darurat bencana. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat peran guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pendamping psikososial dan agen kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

“Kami ingin guru memiliki pemahaman dan keterampilan praktis untuk membantu pemulihan anak-anak pascabencana, sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan di sekolah. Para guru sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini karena pelatihan kebencanaan, khususnya yang mengintegrasikan aspek psikososial, masih relatif jarang dilaksanakan. Padahal, dalam situasi pascabencana, kapasitas guru dalam mendampingi anak-anak serta kesiapsiagaan sekolah menjadi sangat krusial,” ungkap Dr. Rina.

Selain itu, Dr. Rina Suryani Oktari juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini, khususnya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen atas kesediaan dan komitmen untuk bekerja sama.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, terutama kepada Dinas Pendidikan di masing-masing kabupaten yang telah membuka ruang kolaborasi dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini. Peran Dinas Pendidikan sangat menentukan kesuksesan kegiatan, sekaligus menjadi kunci keberlanjutan program penguatan kapasitas guru dan sekolah ke depan,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program PKM yang diketuai oleh Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, dengan judul “Program SAHABAT: Pendidikan Darurat, Kesiapsiagaan, Pendampingan Psikososial, dan Logistik Bergizi bagi Anak di Wilayah Terdampak Siklon Tropis Senyar Tahun 2025 di Provinsi Aceh.” Program ini telah berjalan sejak awal respons Siklon Senyar melalui pelaksanaan pembelajaran darurat, layanan psikososial bagi anak-anak, serta penyediaan logistik bergizi di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.

Melalui rangkaian kegiatan ini, USK menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan respons kemanusiaan yang holistik dan berkelanjutan, dengan mengintegrasikan aspek pendidikan darurat, pemulihan psikososial, pemenuhan gizi anak, serta keterlibatan dosen dan mahasiswa, guna memastikan anak-anak terdampak bencana tetap terlindungi dan terpenuhi hak-hak dasarnya.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Dhi).

Similar Posts