|

Dana Bantuan Universitas Negeri Malang Dukung Penyediaan Air Bersih di Bireuen

Bireuen, 26 Desember 2025 — Sebagian dana bantuan yang disalurkan Universitas Negeri Malang (UM) melalui Rumah Amal Universitas Syiah Kuala (USK) dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Bireuen. Bantuan senilai Rp100.000.000 tersebut digunakan dalam kegiatan pengeboran dan pemulihan sumur air bersih yang dilaksanakan oleh Satgas USK di sejumlah desa sasaran.

Kegiatan pemanfaatan bantuan ini dilaksanakan di Desa Gampong Meunasah Pulo, Kecamatan Peudada dan Desa Gampong Keurumbok, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Dalam pelaksanaannya, tim Satgas USK menghadapi tantangan kondisi geologi yang cukup berat di kedua lokasi. Kegiatan pemasangan filter air bersih dalam rangka memastikan kualitas air yang layak digunakan turut dikoordinasikan dengan penanggung jawab pemasangan filter air bersih, Surya Bermansyah, S.T., M.T. Capaian ini sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pemulihan akses air bersih dan peningkatan kualitas sanitasi

Di Desa Gampong Meunasah Pulo, upaya pengeboran dilakukan dengan pemindahan titik hingga empat kali. Namun, kondisi lapisan bawah tanah yang didominasi batu besar menyebabkan sumber air bersih tidak berhasil ditemukan. Melalui kesepakatan bersama Keuchik dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM), diputuskan untuk melakukan pembersihan dan pendalaman sumur cincin hingga kedalaman sekitar 15 meter, dengan ketersediaan air setinggi enam cincin atau sekitar tiga meter, agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Titik Pengeboran Sumur di Kabupaten Bireuen

Sementara itu, di Desa Gampong Keurumbok, pengeboran dilakukan dengan pemindahan titik hingga dua kali. Kondisi tanah berjenis pasir yang sangat mudah longsor menjadi kendala utama dalam proses pengeboran. Atas hasil musyawarah dengan Keuchik dan BKM setempat, tim kemudian melakukan pembersihan dan pendalaman sumur cincin hingga kedalaman sekitar 12 meter dengan ketersediaan air setinggi enam cincin atau sekitar tiga meter. Kondisi ini serupa dengan sumur bor awal yang airnya telah difiltrasi dengan dukungan Alumni ITB.

Ketua Satgas Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc, menyampaikan apresiasi atas dukungan Universitas Negeri Malang yang telah memberikan kepercayaan melalui Rumah Amal USK.

Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Universitas Negeri Malang atas dukungan yang diberikan melalui Rumah Amal USK. Bantuan ini sangat berarti bagi upaya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di Bireuen. Meskipun di lapangan terdapat tantangan teknis, kami berkomitmen memastikan bantuan tetap dimanfaatkan secara optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Syamsidik.

Melalui pengelolaan bantuan ini, Satgas USK menegaskan komitmennya untuk mengelola amanah donasi secara transparan, adaptif terhadap kondisi lapangan, serta mengedepankan musyawarah bersama masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan.

Foto bersama Tim Relawan dari Teknik Sipil USK

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Jem).

Similar Posts