|

PKM Tanggap Darurat Bencana USK Perkuat Distribusi Logistik Pemulihan dan Pembangunan Sumur Bor Pascabencana Senyar

Pembangunan sumur bor dan distribusi logistik pemulihan oleh tim PKM USK

Aceh, 31 Desember 2025 — Universitas Syiah Kuala (USK) terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung upaya pemulihan masyarakat pasca bencana melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana. Program ini difokuskan pada penguatan sistem distribusi logistik pemulihan serta penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor di wilayah terdampak bencana Senyar di Provinsi Aceh. Capaian ini sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi yang Layak) melalui pemulihan akses air bersih dan peningkatan kualitas sanitasi

PKM ini merupakan bagian dari kegiatan Satgas Tanggap Darurat Bencana USK yang diketuai oleh Prof. Dr. Muksin, M.Si., M.Phil. sebagai Ketua Program. Adapun pelaksanaan teknis di lapangan dipimpin oleh Ir. Zul Fadhli, S.Si., M.Sc., IPM., dosen Program Studi Teknik Kebumian Universitas Syiah Kuala, yang bertindak sebagai Ketua Pelaksana Lapangan, bersama para relawan Satgas USK dari berbagai latar belakang keilmuan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2025 sebagai respons atas dampak bencana Senyar yang menyebabkan terganggunya aktivitas sosial, ekonomi, serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan logistik pemulihan dan sumber air bersih. Melalui pendekatan berbasis pengabdian dan pendampingan, USK berupaya menghadirkan solusi pemulihan yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan.

Dalam implementasinya, distribusi logistik pemulihan dilakukan melalui skema PKM, yang memungkinkan penyaluran bantuan dilakukan secara terencana, terkoordinasi, dan sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Selain itu, Satgas USK juga melaksanakan pembangunan delapan (8) titik sumur bor di sejumlah wilayah terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Delapan sumur bor tersebut dibangun di empat kabupaten, masing-masing dua sumur bor di setiap kabupaten, yaitu Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bireuen, dan Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan difokuskan pada Kabupaten Aceh Utara dan Kabupaten Aceh Timur sebagai wilayah prioritas pemulihan. Di Kabupaten Aceh Utara, pembangunan sumur bor dan distribusi logistik pemulihan dilaksanakan di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, serta Desa Pante Gaki Balee, Kecamatan Langkahan. Sementara di Kabupaten Aceh Timur, kegiatan serupa dilakukan di Desa Alue Buloh Dua, Kecamatan Simpang Ulim, dan Desa Seumatang, Kecamatan Julok.

Tim PKM USK melaksanakan pembuatan sumur bor dan distribusi logistik

Ketua Pelaksana Lapangan, Ir. Zul Fadhli, S.Si., M.Sc., IPM., menyampaikan bahwa integrasi antara distribusi logistik pemulihan dan pembangunan sumur bor merupakan kunci dalam fase pascabencana.

“Distribusi logistik pemulihan menjadi kebutuhan mendesak pada tahap awal, sementara pembangunan sumur bor merupakan solusi jangka menengah yang sangat krusial. Ketersediaan sumber air bersih akan membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dan mendukung pemanfaatan bantuan logistik secara lebih optimal,” ujar Ir. Zul Fadhli.

Pembangunan sumur bor ini dipandang sebagai solusi strategis untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya dalam menyediakan sumber air bersih yang layak dan berkelanjutan. Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, mulai dari penentuan lokasi hingga pemanfaatan sarana, sehingga hasil kegiatan dapat dijaga dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Ketua Satgas USK, Prof. Syamsidik, menegaskan bahwa keterlibatan USK dalam penanganan bencana merupakan bagian dari tanggung jawab institusi pendidikan tinggi kepada masyarakat.

“Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat ini, USK berupaya hadir secara nyata di tengah masyarakat terdampak. Kami tidak hanya menyalurkan logistik pemulihan, tetapi juga membangun sumur bor sebagai sarana penyediaan air bersih yang berkelanjutan. Pendekatan ini kami harapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan memperkuat ketahanan masyarakat di tingkat lokal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sinergi antara dosen, relawan, dan masyarakat merupakan kekuatan utama dalam pelaksanaan PKM ini.

Melalui pelaksanaan PKM Tanggap Darurat Bencana ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi aktif dalam penguatan sistem penanggulangan bencana dan pemulihan pasca bencana di Aceh secara berkelanjutan.

Penyerahan logistik dan pembuatan sumur bor pasca bencana senyar Aceh

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Jem).

Similar Posts