Rapat Koordinasi Satgas USK Tegaskan Peran Kampus dalam Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh Pascabencana

Banda Aceh, 8 Januari 2026 — Universitas Syiah Kuala (USK) menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam proses pemulihan Aceh pasca bencana Badai Senyar, meskipun masa tanggap darurat telah memasuki tahap akhir. Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Satgas USK yang berlangsung di Ruang Rapat Senat Lantai 2 Gedung KPA USK, Kamis (8/1/2026).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Rektor III USK ini dihadiri oleh Rektor, para Wakil Rektor, Tim Satgas USK, Rumah Amal USK, para Dekan, LPPM, serta undangan terkait. Agenda rapat difokuskan pada evaluasi progres kerja Satgas USK selama masa tanggap darurat serta penyusunan arah kebijakan dan strategi USK pada fase transisi menuju rehabilitasi dan rekonstruksi.
Dalam pengantarnya, pimpinan rapat menekankan bahwa berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti berakhirnya peran USK. Sebaliknya, diperlukan kolaborasi lintas unit dan keterlibatan aktif seluruh sivitas akademika agar kontribusi USK tetap berkelanjutan pada fase pemulihan. USK juga didorong untuk mengambil peran strategis dalam Tim Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Aceh.
Ketua Satgas USK dalam paparannya menyampaikan bahwa dampak Badai Senyar masih sangat luas, mencakup 18 kabupaten/kota di Aceh dengan ratusan ribu rumah mengalami kerusakan. Wilayah paling terdampak, yakni Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, menjadi prioritas utama Satgas USK pada masa pemulihan.
Ia juga menjelaskan bahwa hingga 4 Januari 2026, Satgas USK telah menyampaikan laporan kerja lengkap, termasuk pengelolaan posko di daerah terdampak. Posko Idi di Kabupaten Aceh Timur direncanakan tetap beroperasi selama dua minggu ke depan, sementara Posko Aceh Tamiang akan dipindahkan dari kantor desa ke ruko sewaan demi mendukung efektivitas koordinasi di lapangan.
Selain itu, Ketua Satgas USK menyampaikan bahwa Website GIS SINFRA SENYAR telah resmi beroperasi dan menjadi basis data kerusakan serta wilayah kerja Satgas. USK juga telah mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam Tim R3P yang ditargetkan menyelesaikan dokumen perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi paling lambat 20 Januari 2026.
“Berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti berakhirnya tugas kemanusiaan kita. Justru pada fase pemulihan inilah dibutuhkan kerja yang lebih terencana, kolaboratif, dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar dapat bangkit,” ujar Ketua Satgas USK.
Rapat juga menyepakati sejumlah rencana tindak lanjut, antara lain fokus pemulihan di wilayah terdampak paling berat, penetapan desa binaan USK, penggalangan dana lanjutan melalui Rumah Amal Masjid Jamik USK untuk pembangunan fasilitas publik, dukungan terhadap sekolah darurat, serta keberlanjutan pendampingan psikososial bagi masyarakat terdampak. Pendekatan rehabilitasi dan rekonstruksi akan mengkombinasikan aspek geografis dan administratif dengan melibatkan perguruan tinggi di wilayah terdampak.

Dalam sambutannya, Rektor USK menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi selama masa tanggap darurat. Ia menegaskan bahwa USK tetap akan hadir mendampingi masyarakat pada masa transisi dan pemulihan, termasuk melalui pengaktifan posko dan pelibatan mahasiswa melalui program KKN Tematik.
“USK tidak hanya hadir pada saat darurat, tetapi juga berkomitmen mendampingi masyarakat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan akademik perguruan tinggi terhadap masyarakat Aceh,” tegas Rektor USK.
Rektor juga menyampaikan bahwa USK akan mengirimkan 14 orang untuk bergabung dalam tim penyusunan R3P, serta diminta menyusun konsep rehabilitasi dan rekonstruksi jangka menengah hingga panjang, yakni untuk dua hingga tiga tahun ke depan, termasuk dengan membuka peluang kerja sama dengan mitra asing. Dana donasi yang masih tersisa akan dimanfaatkan secara optimal untuk program-program pemulihan yang belum terlaksana, seperti pembangunan desa binaan.
Rapat ditutup dengan penegasan bahwa Satgas USK diharapkan tetap berperan aktif dalam mendampingi proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh, tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga nonfisik, khususnya pemulihan psikososial, ekonomi masyarakat, sanitasi, dan penguatan struktur sosial di tingkat gampong.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Jem).
