Akses Terbatas Tak Hentikan Satgas USK Menyalurkan Bantuan ke Wilayah Terdampak Banjir Aceh Timur dan Aceh Tamiang

Aceh Tamiang & Aceh Timur — Sabtu, 3 Januari 2026, Tim Satuan Tugas Universitas Syiah Kuala (Satgas USK) untuk respons senyar Aceh kembali melanjutkan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang dan Aceh Timur. Kegiatan distribusi logistik ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Satgas USK dalam merespons dampak banjir yang masih dirasakan masyarakat hingga awal Januari 2026.
Di Kabupaten Aceh Tamiang, Tim Satgas USK melaksanakan penyerahan bantuan logistik di Dusun Damai, Desa Dalam, Kecamatan Karang Baru, pada Jumat (3/1/2026). Kegiatan ini merupakan trip ketiga penyaluran logistik di wilayah tersebut, dengan sasaran warga yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses kebutuhan dasar pasca banjir.

Pada hari yang sama, Tim Satgas USK Pos Idi Rayeuk, Aceh Timur, juga menyalurkan bantuan logistik ke dua lokasi terdampak berat banjir, yakni Desa Alue Menuang (Desa Pante Labu) dan Desa Pante Rambong di Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur. Bantuan disalurkan langsung ke masyarakat melalui pos bantuan setempat guna memastikan logistik dapat dimanfaatkan secara optimal dan merata.
Logistik yang disalurkan kepada masing-masing wilayah meliputi beras 5 kilogram sebanyak 10 sak, mi instan 6 kotak, biskuit 4 kotak, minyak goreng 6 kotak, air mineral 3 kotak, kulitiq 2 kotak, sekop 2 ikat, sepatu boot 2 kotak, kelambu 1 ikat, Lakvita 1 kotak, sarung 2 kotak, sandal 2 pak, pakaian wanita 7 kantong, gula 1 karung, garam 1 kotak, autan 1 kotak, serta sabun 2 kotak.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, kondisi wilayah terdampak di Kecamatan Pante Bidari tergolong berat. Hampir seluruh permukiman warga mengalami kerusakan dengan kondisi yang memprihatinkan. Bantuan berupa tenda dari Kementerian Sosial dan BNPB telah masuk ke beberapa titik, namun jumlahnya masih terbatas dan belum sepenuhnya mencukupi kebutuhan para pengungsi. Selain logistik pangan, masyarakat masih membutuhkan obat-obatan, peralatan kebersihan, serta dukungan tenaga untuk membersihkan fasilitas umum seperti sekolah, dayah, puskesmas, kantor pemerintahan, dan rumah warga yang tertimbun lumpur.

Kerusakan infrastruktur juga menjadi tantangan serius dalam pendistribusian bantuan. Di sejumlah titik sepanjang jalur Simpang Ulim hingga Pante Labu, badan jalan mengalami kerusakan akibat longsor di sisi jalan. Pada kondisi tertentu, jalur hanya dapat dilalui kendaraan penggerak empat roda (4WD). Lokasi terjauh yang berhasil dijangkau tim adalah Desa Pante Labu, meskipun rencana awal distribusi ditargetkan hingga Blang Seunong. Kerusakan jalan di turunan bukit dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan tim, sehingga perjalanan tidak dilanjutkan.

Ketua Satgas USK, Prof. Dr. Syamsidik, S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa Satgas USK berupaya menyalurkan bantuan secara bertahap dan terukur dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan tim.
“Kami menyalurkan bantuan dengan memperhatikan kondisi akses dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Meski menghadapi kendala infrastruktur, Satgas USK tetap berupaya menjangkau wilayah terdampak agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Syamsidik.
Ia menambahkan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak yang mempercayakan penyalurannya melalui Universitas Syiah Kuala. Bantuan tersebut berasal dari donasi Bank Syariah Indonesia (BSI), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), PT Bank Tabungan Negara (BTN), Majoris Aceh Management, Universitas Negeri Semarang (UNNES), Bank DKI, FKG USK Peduli, serta Jaringan Kerjasama Nasional Lembaga Pendidikan Tinggi Bidang MIPA. Seluruh donasi dikelola melalui Rumah Amal USK dan didistribusikan langsung oleh Tim Satgas USK ke wilayah terdampak.
“Kepercayaan dan dukungan dari berbagai mitra ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bergerak membantu masyarakat. Satgas USK berkomitmen menjaga amanah tersebut dengan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Tim Satgas USK merencanakan untuk melanjutkan penyaluran bantuan pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan bergerak ke arah Simpang Ulim, Blang Seunong, Kabupaten Aceh Timur. Bantuan yang akan disalurkan meliputi peralatan kesehatan, perlengkapan sekolah, serta tambahan logistik guna mendukung proses pemulihan masyarakat terdampak banjir.
Melalui kegiatan ini, Universitas Syiah Kuala menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam upaya pemulihan yang berkelanjutan melalui kolaborasi lintas sektor dan kepedulian bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Jem).
