Satgas USK Lakukan Survei Terpadu Logistik dan Edukasi Psikososial di Wilayah Terdampak Bencana Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 24 Desember 2025 — Tim Satuan Tugas (Satgas) Universitas Syiah Kuala (USK) terus memperkuat upaya penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang melalui kegiatan survei terpadu yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini melibatkan Tim Logistik serta Tim Edukasi dan Psikososial sebagai bagian dari persiapan distribusi bantuan dan pelaksanaan program pemulihan berbasis kebutuhan lapangan.
Kegiatan diawali pada pukul 08.30 WIB dengan pergerakan tim dari Posko Edukasi dan Psikososial Satgas USK yang berlokasi di Sekolah Inspirasi menuju Desa Kota Lintang, Kecamatan Kuala Simpang. Di lokasi ini, Satgas USK menurunkan relawan edukasi dan psikososial sekaligus mendistribusikan paket alat tulis untuk mendukung keberlanjutan pembelajaran anak-anak terdampak bencana.
Selanjutnya, pada pukul 09.00 WIB, tim bergerak menuju Desa Serba, Kecamatan Bandar Pusaka, dengan waktu tempuh sekitar dua jam dari Kota Kuala Simpang. Desa ini menjadi salah satu titik survei utama mengingat dampak banjir dan longsor yang cukup signifikan terhadap aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak. Di Desa Serba, Satgas USK melakukan peninjauan langsung lokasi rencana pendistribusian bantuan logistik, pemetaan kebutuhan pembelajaran darurat melalui program pustaka keliling, serta asesmen awal pelaksanaan layanan edukasi dan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak.

Pada siang hari, sekitar pukul 13.30 WIB, tim melanjutkan perjalanan menuju Posko Dapur Umum Satgas USK di Desa Benua Raja, Kecamatan Rantau. Di lokasi ini, dilakukan survei kebutuhan dapur umum guna memastikan keberlanjutan layanan penyediaan makanan bagi warga terdampak, sekaligus peninjauan dan pemilihan lokasi yang direncanakan sebagai titik peluncuran kegiatan pembelajaran edukasi melalui pustaka keliling dan layanan psikososial.
Ketua Satgas USK, Prof. Syamsidik, menegaskan bahwa kegiatan survei lapangan ini merupakan langkah penting untuk memastikan seluruh intervensi kemanusiaan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
“Satgas USK tidak hanya fokus pada distribusi bantuan logistik, tetapi juga memastikan aspek pemulihan jangka menengah, khususnya bagi anak-anak. Survei ini menjadi dasar bagi kami untuk menentukan lokasi prioritas, bentuk bantuan, serta metode pendampingan edukasi dan psikososial yang tepat,” ujar Prof. Syamsidik.
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang dilakukan Satgas USK menekankan pada keberlanjutan dan kolaborasi dengan masyarakat setempat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan memberikan dampak nyata. Edukasi, pemulihan psikososial, dan dukungan logistik harus berjalan beriringan agar proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung secara lebih utuh,” tambahnya.
Secara keseluruhan, kegiatan hari ini difokuskan pada pemetaan lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi titik distribusi bantuan logistik serta pelaksanaan program edukasi dan psikososial Satgas USK di Aceh Tamiang. Hasil survei ini akan menjadi rujukan utama dalam penyusunan agenda kegiatan lanjutan Satgas USK dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah tersebut.

Seluruh rangkaian kegiatan ini berada di bawah koordinasi Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh. Informasi resmi, laporan lokasi, dan pembaruan kegiatan tersedia melalui senyar-aceh.usk.ac.id dan Instagram @senyaracehusk. Dukungan publik dapat disalurkan melalui Rekening Donasi: BSI 7099400409 a.n. Rumah Amal USK. Posko Utama Satgas USK untuk Respons Senyar Aceh beroperasi di Gedung TDMRC USK. Call Center: 0851-2229-6004 (Dhi).
