
Bireuen, 08 Desember 2025 – SD Negeri 13 Jangka di Jangka Alue Bie, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, terdampak banjir dengan ketinggian mencapai 1,2 meter. Berdasarkan Rapid Education Impact & Need Assessment (RENA) pada 9 Desember 2025, sebanyak 204 siswa dan 24 guru/staf ikut terdampak dan kegiatan pembelajaran hanya dapat berlangsung secara terbatas.
Meskipun akses menuju sekolah dinyatakan aman, sejumlah fasilitas mengalami kerusakan, meliputi ruang kelas, toilet, air, listrik, perpustakaan, serta meja dan sebagian buku yang tidak lagi layak pakai. Lemari di setiap kelas juga dilaporkan dalam kondisi hampir roboh.

Ketua Umum RENA, Khairiah, menyampaikan bahwa temuan di SDN 13 Jangka menunjukkan perlunya perhatian cepat terhadap sektor pendidikan di wilayah terdampak.
“Kami mendorong agar pemulihan fasilitas pendidikan dilakukan secepat mungkin sehingga anak-anak dapat kembali belajar dalam lingkungan yang aman,” ujarnya.

Assessment tersebut juga mencatat bahwa seluruh siswa membutuhkan dukungan psikososial (PSS). Kebutuhan mendesak saat ini mencakup meja, buku, dan lemari untuk setiap kelas. Kondisi diperparah oleh elevasi tanah sekolah yang lebih rendah dibandingkan permukaan jalan di sekitarnya.
Sejumlah relawan meninjau tumpukan buku pelajaran yang rusak di halaman sekolah. Buku-buku itu terlihat basah dan menumpuk tidak beraturan, menunjukkan kerusakan fasilitas belajar pascabencana.
Kerusakan ini merupakan beratnya dampak banjir terhadap proses belajar mengajar di SDN 13 Jangka. Buku menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak karena sebagian besar sudah tidak dapat digunakan kembali. Kondisi ini membuat pihak sekolah dan tim assessment harus memprioritaskan pendataan bahan ajar yang hilang atau rusak agar kebutuhan darurat segera terpenuhi.
